Media Asgar Center – MTs As’adiyah Galung Beru mengikutsertakan tiga murid dalam Simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang kompetisi tersebut, Sabtu (5/9/2026).

Ketiga peserta yakni Miftahul Khair pada bidang Matematika, Hikmatul Hasana pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ruqayah Salsabila pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Kepala MTs As’adiyah Galung Beru, Yulianti, M.Pd., mengatakan simulasi menjadi sarana penting bagi peserta untuk mengenal sistem pelaksanaan OMI sekaligus mengukur kesiapan sebelum mengikuti kompetisi yang sesungguhnya.

“Melalui kegiatan ini, murid dilatih memahami mekanisme ujian, mengatur waktu, serta mengerjakan soal sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.

Menariknya, simulasi berlangsung di tengah tantangan pemadaman listrik bergilir. Kondisi tersebut sempat menjadi kendala karena pelaksanaan simulasi membutuhkan perangkat dan dukungan listrik. Namun, situasi itu tidak menyurutkan semangat ketiga murid untuk tetap mengikuti hingga menyelesaikan simulasi.

Penanggung Jawab Simulasi OMI MTs As’adiyah Galung Beru, Irawati, mengatakan pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi peserta.

“OMI bukan hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi. Kondisi pemadaman seperti ini menjadi tantangan tersendiri, namun anak-anak belajar untuk tetap tenang, mencari solusi, dan menyelesaikan tanggung jawabnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kesiapan peserta tidak cukup hanya dibangun melalui latihan soal, tetapi juga dengan membiasakan mereka menghadapi situasi yang tidak selalu ideal.

“Yang terpenting adalah bagaimana mereka tidak mudah menyerah ketika menghadapi kendala. Kami ingin mereka memiliki semangat berkompetisi sekaligus mental yang tangguh,” tambahnya.

Dengan persiapan dan pembinaan yang terus dilakukan, ketiga murid diharapkan semakin siap, percaya diri, dan mampu memberikan hasil terbaik pada Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026. (Imam)