Media Asgar Center – Tidak hanya berlatih jurus dan teknik bela diri, anggota Pencak Silat Pagar Nusa As’adiyah Galung Beru juga tampil sebagai garda sigap dalam mengawal berbagai kegiatan di lingkungan pesantren. Dengan disiplin, kekompakan, dan semangat pengabdian, para santri pendekar muda ini menjalankan peran mereka sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus pengamanan kegiatan pesantren.

Kehadiran mereka tidak semata menunjukkan kemampuan bela diri. Para anggota juga ditempa untuk memiliki kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, kekompakan, serta sikap siap menjalankan amanah.

Pelatih Pencak Silat Pagar Nusa As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, mengatakan keterlibatan anggota dalam berbagai kegiatan pesantren merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter.

“Pagar Nusa bukan hanya tempat belajar pencak silat. Lebih dari itu, kami membina santri agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta jiwa pengabdian. Ketika mereka diberi amanah untuk terlibat dalam pengawalan kegiatan pesantren, di situlah nilai-nilai tersebut dipraktikkan secara langsung,” ujar Imam, yang juga merupakan Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa NU Bulukumba.

Menurutnya, setiap anggota Pagar Nusa harus memahami bahwa kemampuan bela diri bukan untuk menunjukkan kekuatan semata, melainkan untuk menjaga, melindungi, dan memberikan manfaat.

“Kami selalu menanamkan kepada anggota bahwa seorang pendekar harus memiliki akhlak. Kekuatan harus dibarengi dengan tanggung jawab dan kedisiplinan. Kehadiran Pagar Nusa dalam setiap kegiatan pesantren adalah bentuk kesiapsiagaan sekaligus pengabdian kepada lembaga,” tambahnya.

Dalam setiap tugas dan penampilannya, anggota Pagar Nusa As’adiyah Galung Beru terus didorong untuk menjaga sikap, etika, dan nama baik pesantren. Sebab, pembinaan pencak silat di lingkungan pesantren tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan mental dan akhlak.

Jusman Imam berharap Pagar Nusa As’adiyah Galung Beru terus berkembang sebagai wadah pembinaan santri yang mampu melahirkan generasi tangguh secara fisik, kuat secara mental, disiplin, dan berakhlak mulia.

“Kami ingin melahirkan pendekar-pendekar muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki akhlak dan jiwa pengabdian. Mereka harus siap menjaga, mengawal, serta memberikan manfaat bagi agama, pesantren, masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya. (Jsi/Khalil)