Media Asgar Center – Asgar Center, media resmi Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, memfasilitasi rompi bagi Tim Humas Asgar Center sebagai bentuk dukungan untuk memperkuat identitas dan meningkatkan semangat dalam menjalankan kerja-kerja kehumasan pesantren, Selasa (8/9/2026).

Rompi tersebut digunakan saat tim melaksanakan peliputan, dokumentasi, dan publikasi berbagai kegiatan pesantren. Selain menjadi identitas, fasilitas ini diharapkan menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus tanggung jawab dalam membawa nama Asgar Center.

Founder Asgar Center, Jusman Imam, mengatakan rompi tersebut merupakan bentuk perhatian kepada tim yang selama ini terlibat dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan aktivitas pesantren.

“Rompi ini sederhana, tetapi memiliki makna. Kami ingin tim merasa dihargai, memiliki identitas, dan semakin bersemangat menjalankan tugas. Humas bukan hanya soal menulis berita atau mengambil gambar, tetapi bagaimana menjaga cerita dan citra pesantren melalui informasi yang baik,” ujar Jusman.

Menurutnya, Asgar Center akan terus diarahkan menjadi ruang belajar bagi tim untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik, fotografi, videografi, dan pengelolaan media sosial.

Salah satu anggota Tim Humas Asgar Center, Muhammad Khalil Akbar, mengaku bahagia dan bangga mengenakan rompi tersebut. Ia menilai rompi itu menjadi penyemangat untuk lebih aktif dalam kerja-kerja dokumentasi dan publikasi.

“Alhamdulillah, saya sangat bahagia bisa mengenakan rompi Humas Asgar Center. Ada rasa bangga karena ini menjadi identitas kami sekaligus tanda kepercayaan untuk ikut berkontribusi bagi pesantren,” kata Khalil.

Ia berharap fasilitas tersebut semakin memperkuat kekompakan tim dan memotivasi anggota untuk terus belajar.

“Semoga kami semakin semangat turun meliput, mendokumentasikan setiap kegiatan, dan menyampaikan cerita-cerita positif dari pesantren kepada masyarakat,” tambahnya.

Bagi Asgar Center, setiap kegiatan pesantren bukan sekadar agenda yang selesai setelah dilaksanakan. Di dalamnya ada proses, prestasi, dan cerita yang perlu diabadikan. Karena itu, kerja humas menjadi bagian penting dalam menjaga rekam jejak dan memperkenalkan wajah pesantren kepada publik.