PEMBAHASAN SHOLAT ASHAR

وَالْعَصْر

  • وَ = dan/adapun
  • الْعَصْرُ = Ashar

أَيْ صَلَاتُهَا

  • أَيْ = yakni/maksudnya
  • صَلَاتُهَا = salatnya

➡️ “Adapun Ashar, maksudnya adalah salat Ashar.”

وَسُمِّيَتْ بِذَلِكَ

لِمُعَاصَرَتِهَا وَقْتَ الْغُرُوبِ

➡️ “Salat ini dinamakan Ashar karena waktunya berdekatan dengan waktu terbenamnya matahari.”

وَأَوَّلُ وَقْتِهَا

الزِّيَادَةُ عَلَى ظِلِّ الْمِثْلِ

➡️ “Awal waktu Ashar adalah ketika bayangan benda bertambah melebihi ukuran benda itu sendiri.”

  1. Ashar memiliki lima waktu

وَلِلْعَصْرِ خَمْسَةُ أَوْقَاتٍ

Artinya:

“Salat Ashar mempunyai lima waktu.”

Kelima waktu tersebut adalah:

  1. Waktu fadilah (فضيلة)
  2. Waktu ikhtiyar (اختيار)
  3. Waktu jawaz (جواز)
  4. Waktu jawaz tanpa makruh
  5. Waktu tahrim (تحريم)
  1. Waktu Pertama: وقت الفضيلة — Waktu Fadilah

وَقْتُ الْفَضِيلَةِ

Waktu keutamaan.

وَهُوَ فِعْلُهَا أَوَّلَ الْوَقْتِ

  • وَهُوَ = dan itu adalah
  • فِعْلُهَا = mengerjakannya
  • أَوَّلَ الْوَقْتِ = pada awal waktu

Maksudnya

Begitu masuk waktu Ashar, segera melaksanakan salat Ashar. Inilah waktu yang disebut waktu fadilah yang dimaksud dalam teks tersebut.

Ilustrasi sederhana

Misalnya waktu Ashar masuk 15.30.

15.30

│

▼

MASUK ASHAR

│

▼

Segera salat

│

▼

WAKTU FADILAH

Pesan untuk santri:

Kalau sudah masuk waktu salat, jangan menunggu sampai hampir habis waktunya. Semakin cepat melaksanakan salat setelah masuk waktunya, semakin baik dalam konteks waktu fadilah ini.

  1. Waktu Kedua: وقت الاختيار — Waktu Ikhtiyar

Teks:

وَالثَّانِي وَقْتُ الِاخْتِيَارِ

Artinya:

“Yang kedua adalah waktu ikhtiyar.”

Kemudian:

وَآخِرُهُ فِي الِاخْتِيَارِ إِلَى ظِلِّ الْمِثْلَيْنِ

  • وَآخِرُهُ = dan akhirnya
  • فِي الِاخْتِيَارِ = dalam waktu ikhtiyar
  • إِلَى = sampai
  • ظِلِّ = bayangan
  • الْمِثْلَيْنِ = dua kali ukuran benda

Maksudnya

Waktu ikhtiyar berlangsung sampai bayangan benda mencapai dua kali ukuran benda tersebut.

Misalnya sebuah benda tingginya 1 meter.

Pada kondisi tertentu, ketika bayangannya telah mencapai 2 meter, berakhirlah waktu ikhtiyar menurut pembagian ini.

Ilustrasi

Benda       Bayangan

 

│            ──────────

│            │

│            │

│            │

│            │

│            │

│            │

│            │

│

│

│

└───────────────

 

1 meter        2 meter

benda          bayangan

Jadi sederhananya:

Bayangan 1× ukuran benda → awal Ashar
Bayangan 2× ukuran benda → akhir waktu ikhtiyar

Catatan: Perhitungan bayangan dalam kitab fikih bisa berkaitan dengan metode pengukuran waktu dan posisi matahari, sehingga angka jamnya tidak tetap setiap hari dan tidak sama di semua daerah.

  1. Waktu Ketiga: وقت الجواز — Waktu Jawaz

Teks:

وَالثَّالِثُ وَقْتُ الْجَوَازِ

Artinya:

“Yang ketiga adalah waktu jawaz, yaitu waktu yang masih diperbolehkan.”

Kemudian:

وَفِي الْجَوَازِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ

  • وَفِي = dan dalam
  • الْجَوَازِ = kebolehan
  • إِلَى = sampai
  • غُرُوبِ = terbenam
  • الشَّمْسِ = matahari

➡️ “Waktu jawaz berlangsung sampai matahari terbenam.”

Artinya, selama belum terbenam matahari, salat Ashar masih berada dalam waktunya.

Ilustrasi

Bayangan 2×

│

▼

┌─────────────────────────────┐

│       WAKTU JAWAZ           │

│                             │

│      ☀️  →  🌇              │

│                             │

└─────────────────────────────┘

│

▼

Matahari terbenam

Namun, teks kemudian memberikan rincian lebih lanjut tentang bagian waktu jawaz.

  1. Waktu Keempat: وقت جواز بلا كراهة

Ini menarik karena merupakan waktu yang masih boleh dilakukan tanpa kemakruhan.

Teks:

وَالرَّابِعُ وَقْتُ جَوَازٍ بِلَا كَرَاهَةٍ

  • وَالرَّابِعُ = yang keempat
  • وَقْتُ = waktu
  • جَوَازٍ = boleh
  • بِلَا = tanpa
  • كَرَاهَةٍ = kemakruhan

Kemudian:

وَهُوَ مِنْ مَصِيرِ الظِّلِّ مِثْلَيْنِ إِلَى الِاصْفِرَارِ

  • وَهُوَ = dan itu
  • مِنْ = mulai dari
  • مَصِيرِ = menjadi
  • الظِّلِّ = bayangan
  • مِثْلَيْنِ = dua kali ukuran
  • إِلَى = sampai
  • الِاصْفِرَارِ = menguning

➡️ “Yaitu sejak bayangan menjadi dua kali ukuran benda sampai matahari mulai menguning.”

Yang dimaksud الاصفرار (al-iṣfirār) adalah ketika cahaya matahari mulai berubah kekuningan sebagai tanda matahari semakin mendekati terbenam.

Ilustrasi sederhana

Bayangan 2×                     Matahari mulai kuning

│                                  │

▼                                  ▼

☀️ ─────────────────────────────── 🌤️

WAKTU JAWAZ TANPA KEMAKRUHAN

Contoh sederhananya:

Santri belum sempat salat Ashar sampai bayangan benda menjadi dua kali ukurannya. Ia masih dapat melaksanakan Ashar. Bahkan sampai sebelum kondisi matahari mulai menguning, waktunya masih disebut jawaz tanpa karahah dalam pembagian kitab ini.

  1. Waktu Kelima: وقت التحريم — Waktu Tahrim

Ini bagian yang sangat penting untuk dipahami.

Teks:

وَالْخَامِسُ وَقْتُ تَحْرِيمٍ

  • وَالْخَامِسُ = yang kelima
  • وَقْتُ = waktu
  • تَحْرِيمٍ = waktu yang diharamkan/terlarang

Kemudian:

وَهُوَ تَأْخِيرُهَا إِلَى أَنْ يَبْقَى مِنَ الْوَقْتِ مَا لَا يَسَعُهَا

  • وَهُوَ = yaitu
  • تَأْخِيرُهَا = mengakhirkan/menunda salat tersebut
  • إِلَى أَنْ = sampai
  • يَبْقَى = tersisa
  • مِنَ الْوَقْتِ = dari waktu
  • مَا لَا يَسَعُهَا = waktu yang tidak cukup untuk melaksanakannya

Maksudnya

Seseorang sengaja menunda salat Ashar sampai waktu yang tersisa sudah tidak cukup lagi untuk melaksanakan salat Ashar secara sempurna. Contoh: kita shalat ashar iitu sampai setengah enam pas. kita shalat ashar lamanya 5 menit, ketika setengah 6 kurang 1 menit maka sudah masuk kategori YASA’UHA. kita mau shalat ashar sementara waktu tersisa tinggal 1 menit.

Misalnya:

Waktu Ashar

│

├───────────────┬──────────────┬───────────────┤

Awal            Tengah         Menjelang       Matahari

Ashar                          terbenam        terbenam

▲

│

Jangan sengaja

menunda sampai sini

Misalnya seseorang tahu bahwa salat Ashar membutuhkan beberapa menit untuk dikerjakan, tetapi ia terus menunda sampai tersisa waktu yang sangat sedikit sehingga tidak cukup untuk menyelesaikan salat.

Itulah yang disebut وقت تحريم dalam penjelasan kitab tersebut.

Referensi: https://www.islamiy.com/bab-shalat-kitab-fathul-qarib/#10 dan https://www.alkhoirot.org/2017/07/kitab-shalat.html