Media Asgar Center – Komitmen memperkuat basis ekonomi pesantren terus ditunjukkan oleh Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru. Pesantren ini menyatakan kesiapannya untuk “jemput bola” dalam mengoptimalkan program Santripreneur yang digulirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba melalui pengembangan wirausaha peternakan kambing Etawa sebagai pilar kemandirian agribisnis santri.

Langkah strategis tersebut diambil guna memperkokoh kemandirian finansial lembaga berbasis potensi dan kearifan lokal. Dalam aktivitas operasional di area perkandangan, tampak para pembina dan santri telaten merawat serta memberikan pakan hijau berkualitas kepada kambing-kambing Etawa yang dipelihara di kandang panggung modern.

Pengasuh Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, KM. Rusli Rahman, menyampaikan bahwa kehadiran program Santripreneur BAZNAS menjadi angin segar yang semakin mendekatkan peran serta layanan negara di tengah-tengah dunia pesantren, Senin (14/9/2026).

“Inkubasi bisnis peternakan kambing Etawa ini bukan sekadar bantuan teknis atau permodalan semata, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam memberdayakan ekonomi umat berbasis pesantren. Kami di Ponpes As’adiyah Galung Beru siap jemput bola dan mengelola program ini secara profesional,” ujar KM. Rusli Rahman.

Ia menambahkan, melalui inkubasi wirausaha peternakan kambing Etawa, para santri tidak hanya ditempa dalam pendalaman ilmu keagamaan (tafaqquh fiddin), tetapi juga dibekali dengan keterampilan kewirausahaan (soft skills dan hard skills) di bidang agribisnis.

Sementara itu, pembina Ponpes As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, menjelaskan bahwa potensi ekonomi dari peternakan ini sangat menjanjikan. Menurutnya, produk turunan dari peternakan kambing Etawa, mulai dari produksi susu segar hingga program penggemukan ternak, diproyeksikan mampu membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kami berupaya maksimal dan berharap program ini dapat menjadi rintisan pilot project percontohan kemandirian ekonomi pesantren yang berkelanjutan, sekaligus mampu mendorong kesejahteraan para santri dan masyarakat sekitar,” pungkas Jusman. (Imam)