Menariknya, Syahrul Ramadhan juga merupakan alumni dari pesantren tersebut, sehingga kunjungannya tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga emosional sebagai bentuk kembali ke almamater.
Dalam penelitiannya, ia mengangkat tema tentang tradisi pembacaan Surah Al-Waqi’ah yang rutin diamalkan oleh santri di lingkungan pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai spiritual, budaya, serta makna yang terkandung dalam tradisi tersebut, yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari santri.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi akademik dalam mendokumentasikan tradisi keagamaan di pesantren, agar tetap terjaga dan dapat dipahami secara ilmiah.
Kehadiran mahasantri ini disambut baik oleh pihak pesantren sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan keilmuan. Ketua Yayasan, Kiai Rusli Rahman, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan merasa terharu atas kunjungan ilmiah ini. Kami mendoakan ananda Syahrul dalam penelitiannya dimudahkan sampai pada wisudanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Tahfizh JQH As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, menjelaskan bahwa tradisi pembacaan Surah Al-Waqi’ah telah dilakukan sejak awal berdirinya pesantren.
“Tradisi ini sudah menjadi amalan rutin sejak awal berdirinya pesantren, dan juga banyak dilakukan di pesantren lain,” jelasnya.
Melalui penelitian ini, diharapkan tradisi pembacaan Surah Al-Waqi’ah tidak hanya terus dilestarikan, tetapi juga memiliki nilai kajian ilmiah yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.