
Media Asgar Center – Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, akan mengambil bagian dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Pengasuh Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, KM. Rusli Rahman, bersama Ketua Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, akan berangkat bersama rombongan PCNU Kabupaten Bulukumba untuk mengikuti agenda besar organisasi tersebut.
Keduanya hadir dengan kapasitas berbeda. KM. Rusli Rahman mengikuti Muktamar sebagai Wakil Rais Syuriah, sementara Jusman Imam hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Bulukumba.
Bagi As’adiyah Galung Beru, keterlibatan dalam Muktamar bukan sekadar kehadiran dalam agenda organisasi. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, memperluas jejaring pesantren, sekaligus mengikuti perkembangan gagasan keumatan dan kebangsaan yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama.
KM. Rusli Rahman mengatakan, keikutsertaannya dalam Muktamar ke-35 NU merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Keikutsertaan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah. Kami datang bukan hanya untuk menghadiri forum organisasi, tetapi membawa semangat pesantren, aspirasi umat, serta tradisi keilmuan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan As’adiyah Galung Beru,” ujar KM. Rusli Rahman, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, Muktamar memiliki posisi penting dalam memperkuat silaturahmi dan menyatukan langkah para ulama, kiai, pesantren, serta seluruh elemen NU dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi umat dan bangsa.
“Sebagai Wakil Rais Syuriah, saya memandang Muktamar ini sebagai momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan menyatukan langkah para ulama, kiai, pesantren, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan keumatan dan kebangsaan yang terus berkembang,” katanya.
Ia berharap forum Muktamar dapat melahirkan gagasan dan keputusan yang memberikan kemaslahatan bagi umat sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
As’adiyah Galung Beru merupakan salah satu lembaga pendidikan pesantren yang terus mengembangkan pendidikan keislaman, penguatan Al-Qur’an, kaderisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, keterlibatan dalam forum NU dipandang sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dan membangun hubungan dengan jaringan pesantren serta ulama dari berbagai daerah.
Muktamar juga menjadi ruang penting untuk memperbincangkan masa depan pendidikan pesantren, kaderisasi generasi muda, dakwah, penguatan tradisi keilmuan, serta kontribusi lembaga keagamaan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Muktamar ke-35 NU di Jombang diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi pesantren.




