
Media Asgar Center – Santri Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Kabupaten Bulukumba, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini, para santri berhasil membawa pulang lima medali dari ajang lomba dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Lima medali tersebut diraih melalui tiga kategori lomba, yakni Hifzil Qur’an 1 Juz, Qiraatil Kutub, dan pidato tiga bahasa, dengan salah satu cabang yang diikuti adalah pidato bahasa Arab.
Prestasi tersebut diraih lima santri As’adiyah Galung Beru yang tampil dalam sejumlah cabang perlombaan. Mereka adalah Saskia yang meraih Juara I Tafsir Jalalain putri, Ahmad Mubarak Amir sebagai Juara III Tafsir Jalalain putra, Miftahul Khair sebagai Juara II Hifzil Qur’an 1 Juz putra, Andi Tenri Padha Sugina sebagai Juara II Hifzil Qur’an 1 Juz putri, serta Zaskia Amir yang meraih Juara III pidato bahasa Arab.
Capaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar As’adiyah Galung Beru sekaligus menunjukkan kesungguhan santri dalam mengembangkan kemampuan di bidang Al-Qur’an, kajian kitab kuning, dan keterampilan berbicara di depan umum.
Pengasuh Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, KM. Rusli Rahman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian para santri. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses belajar, latihan, doa, serta bimbingan para guru dan pembina, Kamis (22/10/2026).
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian para santri. Prestasi ini bukan hanya tentang medali atau gelar juara, tetapi juga menjadi bukti dari kesungguhan mereka dalam belajar dan berlatih. Semoga pencapaian ini menambah motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan potensi dan memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Ia berharap prestasi tersebut tidak membuat para santri cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus memperdalam ilmu, menjaga adab, dan meningkatkan kualitas diri.
“Yang paling penting, santri tetap menjaga niat dalam menuntut ilmu, menghormati guru, dan menjadikan prestasi sebagai jalan untuk meningkatkan manfaat bagi orang lain. Kami juga berharap capaian ini menginspirasi santri lainnya agar berani berkompetisi dan terus berusaha,” tambahnya.
Sementara itu, Ahmad Mubarak Amir, peraih Juara III Tafsir Jalalain putra, mengaku senang dan bersyukur dapat meraih prestasi dalam ajang Hari Santri Nasional 2026. Saat ditemui Humas Asgar Center, ia menyebut pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk belajar lebih giat.
“Alhamdulillah, saya merasa senang dan bahagia bisa meraih juara. Bagi saya, ini menjadi pengalaman yang berharga dan penyemangat untuk terus belajar, khususnya dalam memahami kitab Tafsir Jalalain. Saya juga berterima kasih kepada guru dan pembina yang telah membimbing kami,” ungkapnya.
Ahmad berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi dorongan untuk terus memperdalam ilmu agama dan meningkatkan kemampuannya dalam membaca serta memahami kitab kuning.
Ia juga berharap teman-teman sesama santri tidak mudah menyerah ketika mengikuti perlombaan. Menurutnya, keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berlatih, dan kemauan untuk terus belajar merupakan bagian penting dari proses meraih prestasi. (Imam/JSI)




