Acara penamatan terpadu As'adiyah Galung BeruMedia Asgar Center — Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh santri. Komitmen tersebut sejalan dengan penegasan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, yang menyatakan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, pelecehan, maupun tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan di lingkungan pendidikan.
Pengasuh pesantren, KM. Rusli Rahman menilai, lembaga pendidikan keagamaan harus menjadi ruang pembinaan karakter yang menghadirkan rasa aman, ketenangan, serta perlindungan bagi peserta didik.
“Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, adab, dan kemanusiaan. Karena itu, segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh diberi ruang,” tegasnya.
As’adiyah Galung Beru juga mendukung langkah Kementerian Agama dalam memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren, guna mencegah berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merusak marwah pendidikan Islam.
Selain itu, pihak pesantren turut mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Di era digital hari ini, kita harus lebih cerdas dalam menerima informasi. Jangan sampai hoaks dan disinformasi justru memecah belah serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan,” lanjutnya.
Pesantren juga menegaskan pentingnya membangun budaya literasi digital yang sehat di kalangan santri, guru, dan masyarakat agar ruang media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai edukatif, dakwah, serta informasi yang menyejukkan.
Dengan komitmen tersebut, Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru berharap dapat terus menjadi lembaga pendidikan Islam yang adaptif, humanis, dan menjunjung tinggi nilai perlindungan terhadap santri dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.




