Media Asgar Center – Ikhtiar memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an diwujudkan Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru melalui Bimbingan Tilawah Perdana, Sabtu (19/9/2026). Program ini menjadi langkah awal pembinaan seni baca Al-Qur’an secara berkelanjutan melalui sinergi pesantren dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gantarang.

Sebanyak 12 santri pilihan mengikuti pembinaan yang dipandu Penyuluh Agama Islam KUA Gantarang, Ustaz Syarifuddin, S.Pd.I. Materi meliputi pengolahan vokal, pengenalan nagham atau lagu tilawah, serta penguatan ketepatan tajwid dan makhraj.

Ketua Jam’iyatul Qurra Wal-Huffazh (JQH) As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, mengatakan program tersebut diarahkan menjadi wadah pembinaan berkesinambungan untuk menumbuhkan kader qari dan qariah sekaligus memperkuat tradisi Al-Qur’an di pesantren.

“Pembinaan ini tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi MTQ, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi pencinta Al-Qur’an yang menguasai seni baca sekaligus memiliki kedalaman dalam menjaga tradisi dan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar Jusman.

Ketua Yayasan Ponpes As’adiyah Galung Beru, KM Rusli Rahman, mengapresiasi langkah KUA Gantarang yang menghadirkan penyuluh agama untuk membina santri secara langsung. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan Islam.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian KUA Gantarang. Kehadiran penyuluh agama melalui bimbingan yang intensif dan profesional menjadi energi positif bagi pesantren. Kami berharap sinergi ini semakin menghidupkan ekosistem keilmuan Al-Qur’an dan melahirkan generasi Qur’ani yang siap berkontribusi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Antusiasme juga ditunjukkan para peserta. Muh. Alif Hidayat, salah seorang santri, mengaku mendapat pengalaman baru dalam memahami teknik tilawah, khususnya nagham, vokal, dan kerapian bacaan.

“Saya bersyukur bisa mengikuti program ini. Bimbingan langsung dari Ustaz Syarifuddin memberikan pemahaman baru tentang nagham dan teknik memperindah bacaan. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar dan memperdalam seni baca Al-Qur’an,” tutur Alif. (Imam)