Ketua Forkom Orangtua Santri Pondok Pesantren As'adiyah Galung Beru, Hermawan, S.Pt., M.MMedia Asgar Center — Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Orang Tua Santri Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan pesantren melalui penyaluran bantuan mushaf Al-Qur’an untuk Lembaga Tahfiz Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Selasa (12/5/2026).
Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas para santri penghafal Al-Qur’an yang setiap hari menjalani proses pembinaan tahfiz di pesantren.
Penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru dan disambut hangat oleh para pembina serta santri tahfiz.
Ketua Forkom As’adiyah Galung Beru, Hermawan, M.M, mengatakan bantuan mushaf Al-Qur’an tersebut merupakan hasil jembatan komunikasi dan kepedulian pihak Bank Sulselbar Cabang Bulukumba yang ingin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an.
“Semoga bantuan ini dapat memberi manfaat bagi para santri dalam menjaga dan menambah hafalan mereka. Pembinaan tahfiz membutuhkan perhatian bersama, termasuk pemenuhan sarana belajar yang memadai,” ujarnya.
Ia berharap semangat berbagi terhadap lembaga pendidikan keagamaan terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya kepada lembaga tahfiz yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi Qur’ani.
Sementara itu, Ketua Lembaga Tahfiz Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.
Menurutnya, mushaf Al-Qur’an menjadi kebutuhan utama dalam proses pembelajaran dan murojaah hafalan santri setiap hari.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi santri kami. Semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” ungkapnya.
Diketahui, Lembaga Tahfiz Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru terus aktif melakukan pembinaan hafalan Al-Qur’an kepada santri melalui program setoran hafalan, tahsin, murojaah, hingga pembinaan karakter Qur’ani sebagai bagian dari pendidikan pesantren.




