Direktur Celebes Public Speaking, Dr. Takdir Khair, S.Pd.I., M.Pd., CPSM, didapuk sebagai narasumberMedia Asgar Center – Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Public Speaking for Teacher, sebuah pelatihan yang diperuntukkan bagi seluruh guru dan pembina pesantren, Rabu (15/7/2026).
Direktur Celebes Public Speaking, Dr. Takdir Khair, S.Pd.I., M.Pd., CPSM, didapuk sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut. Kegiatan yang diikuti guru dan pembina Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru itu dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan, KM. Rusli Rahman.
Sejak awal kegiatan, suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dikemas secara interaktif melalui diskusi, simulasi, praktik berbicara, hingga berbagai teknik membangun kepercayaan diri di depan audiens.
Dalam pemaparannya, Dr. Takdir Khair menjelaskan bahwa setiap orang memang dapat “ngomong”, tetapi belum tentu mampu “berbicara” secara efektif.
“Ngomong itu sifatnya spontan, informal, tidak selalu memiliki tujuan yang jelas. Sedangkan berbicara adalah sebuah keterampilan. Ada tujuan, ada struktur, ada penampilan, dan ada pesan yang ingin disampaikan sehingga mampu memengaruhi audiens,” jelasnya.
Ia kemudian menguraikan hasil riset Albert Mehrabian mengenai tiga komponen utama keberhasilan komunikasi yang sangat penting dimiliki seorang pendidik.
Pertama, Visual, yakni kemampuan menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah, serta kontak mata agar pesan lebih hidup dan menarik perhatian peserta didik.
Kedua, Vokal, meliputi pengaturan intonasi, volume, artikulasi, dan tempo berbicara. Menurutnya, guru perlu menghindari suara yang monoton agar proses pembelajaran tetap menarik dan tidak membosankan.
Ketiga, Verbal, yaitu kemampuan memilih kata-kata yang sederhana, positif, mudah dipahami, serta menyampaikan materi secara sistematis sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Selain itu, peserta juga dibekali berbagai strategi mengatasi Public Speaking Anxiety atau rasa gugup ketika tampil di depan umum, teknik ice breaking, manajemen suasana kelas, hingga membangun komunikasi yang empatik dan persuasif agar hubungan antara guru dan peserta didik semakin efektif.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, KM. Rusli Rahman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi utama yang harus terus dikembangkan oleh setiap pendidik.
“Guru bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menginspirasi, memotivasi, dan membentuk karakter peserta didik. Karena itu, kemampuan berbicara yang baik merupakan bagian penting dari profesionalisme seorang guru,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Syahira Hamsa, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut.
“Luar biasa. Kami sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak hal baru yang kami pelajari, mulai dari teknik berbicara, mengelola rasa gugup, hingga cara membangun komunikasi yang lebih menarik di dalam kelas. Insya Allah ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Public Speaking for Teacher, Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru berharap seluruh guru dan pembina semakin percaya diri, komunikatif, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, interaktif, dan menyenangkan. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pesantren dalam membangun budaya belajar yang berkualitas sekaligus memperkuat kompetensi pendidik sebagai agen perubahan yang mampu menebarkan ilmu, akhlak, dan semangat kepada setiap peserta didik.




