Bhabinkamtibmas Gattareng Isi MATAMUDA As'adiyah Galung BeruMedia Asgar Center – Komitmen Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak terus diperkuat melalui pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026. Salah satu materi penting yang diberikan kepada santri baru adalah Anti-Bullying dan Anti-Diskriminasi yang dibawakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Gattareng, BRIPKA Ahmad Gunawan.
Dalam penyampaiannya, BRIPKA Ahmad Gunawan mengajak seluruh santri untuk menjadikan pesantren sebagai rumah kedua yang dipenuhi rasa saling menghormati, saling menyayangi, dan saling membantu. Ia menegaskan bahwa segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, serta tindakan diskriminasi terhadap teman tidak memiliki tempat di lingkungan pesantren.
“Perbedaan latar belakang, kemampuan, maupun karakter bukan alasan untuk saling merendahkan. Justru perbedaan adalah kekuatan untuk saling melengkapi. Jadilah santri yang mampu menghargai sesama, menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, dan berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para santri agar bijak menggunakan media digital, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta menghindari perilaku yang dapat melukai perasaan orang lain. Menurutnya, karakter disiplin, empati, dan kepedulian merupakan bekal penting dalam membangun lingkungan belajar yang kondusif.
Sementara itu, panitia MATAMUDA menyampaikan bahwa materi tersebut sejalan dengan semangat Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang tengah digalakkan Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui pembekalan sejak hari pertama, diharapkan seluruh santri mampu membangun budaya saling menghormati, menjaga ukhuwah, dan menciptakan iklim pesantren yang bebas dari perundungan maupun diskriminasi.
Dengan menghadirkan unsur kepolisian dalam kegiatan MATAMUDA, Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru berharap para santri tidak hanya memahami pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu menjadi pelopor terciptanya lingkungan pesantren yang aman, damai, dan penuh kasih sayang.




