Tiga Regu As’adiyah Galung Beru Semarakkan Gerak Jalan HUT ke-81 RIMedia Asgar Center – Sebanyak 95 barisan dari berbagai satuan pendidikan memeriahkan lomba Gerak Jalan Indah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Minggu (16/8/2026).
Para peserta tampil dengan beragam kreativitas, kekompakan, dan formasi yang mencerminkan semangat kemerdekaan sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kedisiplinan dan kebersamaan.
Di antara puluhan barisan yang tampil, Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru turut mengambil bagian dengan menurunkan tiga regu, yakni satu regu putra dan satu regu putri tingkat MTs serta satu regu tingkat MA.
Sejak persiapan hingga pelaksanaan, para santri menjalani latihan secara intensif. Ketepatan langkah, kekompakan barisan, disiplin, ketahanan fisik, serta kemampuan mengikuti aba-aba menjadi bagian penting yang dipersiapkan sebelum tampil di hadapan masyarakat.
Kepala MA As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, mengatakan keikutsertaan tiga regu santri dalam Gerak Jalan Indah HUT ke-81 RI bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pendidikan kebangsaan.
“Gerak jalan ini bukan hanya tentang bagaimana anak-anak mampu berjalan dalam satu barisan dan mengikuti aba-aba. Lebih dari itu, mereka belajar tentang disiplin, kekompakan, tanggung jawab, jiwa korsa, dan bagaimana menghargai perjuangan orang lain dalam mencapai satu tujuan,” ujar Jusman Imam.
Jusman menambahkan, tiga regu yang diturunkan As’adiyah Galung Beru merupakan representasi semangat seluruh warga pesantren untuk terus memberikan ruang kepada santri agar berani tampil, berproses, dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala MTs As’adiyah Galung Beru, Yulianti, M.Pd., mengapresiasi semangat para santri yang mengikuti Gerak Jalan Indah sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Anak-anak belajar banyak hal dari kegiatan ini. Mereka belajar disiplin waktu, menjaga kekompakan, mendengarkan instruksi, bertanggung jawab terhadap regunya, sekaligus belajar percaya diri ketika tampil di hadapan masyarakat,” ujar Yulianti.
Yulianti berharap pengalaman mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi kenangan sekaligus bekal berharga bagi para santri.
“Kami ingin mereka pulang bukan hanya membawa cerita tentang perlombaan, tetapi juga membawa pengalaman tentang arti kebersamaan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pendamping, dan orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.




