Babinsa Gattareng Bekali Santri As'adiyah Galung Beru dengan Wawasan Kebangsaan dan PBB

Media Asgar Center – Semangat nasionalisme, kedisiplinan, dan cinta tanah air menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter santri pada pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru. Melalui sinergi dengan Babinsa Desa Gattareng, PELDA Anwar Sahadat, para santri baru mendapatkan materi Wawasan Kebangsaan yang dipadukan dengan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Selasa (15/7/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya pesantren untuk membentuk generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter disiplin, jiwa kepemimpinan, serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pemaparannya, PELDA Anwar Sahadat menegaskan bahwa santri memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai keislaman agar lahir pribadi yang berakhlak mulia, moderat, dan bertanggung jawab.

“Menjadi santri berarti mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, disiplin, dan memiliki rasa cinta kepada bangsa. Kedisiplinan yang dibangun sejak dini akan menjadi bekal saat kalian mengabdi kepada masyarakat di masa depan,” pesannya di hadapan peserta MATAMUDA.

Ia juga mengingatkan bahwa mencintai tanah air bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Sebaliknya, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan merawat keutuhan bangsa merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara.

Usai penyampaian materi, para santri mengikuti praktik Peraturan Baris-Berbaris (PBB) di lapangan. Dengan penuh semangat, mereka berlatih mengikuti setiap aba-aba yang diberikan. Latihan tersebut tidak hanya bertujuan membentuk barisan yang rapi, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kekompakan, kepemimpinan, tanggung jawab, ketelitian, serta kemampuan bekerja sama.

Salah seorang pembina MATAMUDA, Jusman Imam, mengatakan bahwa materi wawasan kebangsaan dan PBB menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter santri secara menyeluruh.

“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter. Karena itu, santri harus memiliki akhlak yang baik, disiplin dalam kehidupan sehari-hari, serta semangat mencintai bangsa dan negara. Kami ingin melahirkan generasi yang kokoh memegang nilai-nilai Islam sekaligus memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, kedisiplinan yang dibangun melalui latihan PBB akan menjadi modal penting bagi santri dalam menjalankan aktivitas belajar, beribadah, berorganisasi, hingga kelak mengabdi di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru dan Babinsa Desa Gattareng, pelaksanaan MATAMUDA diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang religius, berakhlakul karimah, disiplin, berjiwa pemimpin, serta memiliki semangat hubbul wathan minal iman—mencintai tanah air sebagai bagian dari nilai keimanan. Dengan demikian, pesantren terus meneguhkan perannya sebagai kawah candradimuka yang mencetak kader umat sekaligus kader bangsa yang siap memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan Indonesia.