Bimbingan tahsin bagi santri baru

Media Asgar Center – Berakhirnya rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 menandai dimulainya aktivitas pembelajaran madrasah dan kepesantrenan di Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru. Seiring dimulainya proses belajar, pesantren kembali menggulirkan salah satu program unggulannya, yakni pembinaan Tahfiz Al-Qur’an.

Bagi santri baru, program Tahfiz diawali dengan pembinaan tahsin, yaitu perbaikan bacaan Al-Qur’an untuk memastikan setiap huruf dilafalkan sesuai makhraj, sifat huruf, dan kaidah tajwid. Tahap ini menjadi fondasi utama sebelum santri diperkenankan memasuki program hafalan Al-Qur’an.

Ketua Jam’iyatul Qurra Wal-Huffazh (JQH) Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, menegaskan bahwa seluruh santri baru wajib mengikuti pembinaan tahsin sebagai standar awal pembelajaran Al-Qur’an di pesantren.

“Kami tidak ingin santri hanya banyak menghafal, tetapi juga benar dalam membaca Al-Qur’an. Karena itu, seluruh santri baru wajib mengikuti tahsin terlebih dahulu agar setiap huruf sesuai dengan kaidah tajwid. Setelah dinyatakan layak, barulah mereka masuk ke kelas Tahfiz,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para orang tua agar bersabar dalam mendampingi proses belajar putra-putrinya di pesantren. Menurutnya, pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan proses yang bertahap sehingga santri tidak langsung diarahkan untuk menghafal.

“Jangan khawatir jika anak belum langsung menghafal. Yang kami bangun terlebih dahulu adalah bacaan yang benar. Hafalan yang baik harus diawali dengan bacaan yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, bagi santri lama, program Tahfiz difokuskan pada peningkatan capaian hafalan sekaligus menjaga kualitas murajaah agar hafalan tetap lancar dan kuat. Pembina terus mendorong para santri untuk meningkatkan disiplin dalam mengulang hafalan sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Wisuda Tahfiz yang direncanakan akan digelar tahun ini. Pesantren berharap semakin banyak santri yang mampu memenuhi standar kelulusan, baik dari sisi jumlah juz yang dihafal maupun kualitas kelancaran bacaannya.