Dua Santri As’adiyah Galung Beru Terpilih Jadi Paskibra GantarangMedia Asgar Center – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tiga santri Madrasah Aliyah (MA) As’adiyah Galung Beru berhasil dipercaya mengemban tugas dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dua santri, Jusran (kelas XII) dan Alif Ansadi Nur (kelas XI), terpilih sebagai anggota Paskibra tingkat Kecamatan Gantarang, sementara Muh. Hilman berhasil lolos seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Bulukumba dan kini mengikuti pendidikan dan pelatihan.
Jusran dan Alif bersama anggota Paskibra Kecamatan Gantarang saat ini menjalani latihan intensif setiap pagi dan sore di Lapangan H. Andi Sultan Daeng Radja, Ponre, Kecamatan Gantarang. Pembinaan tidak hanya menitikberatkan pada ketepatan baris-berbaris, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kekompakan, ketahanan fisik, mental, dan kepemimpinan para peserta sebagai bagian dari persiapan menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih.
Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-81 RI Kecamatan Gantarang, Saiful Alief Subarkah (SAS), mengatakan proses seleksi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Gantarang. Menurutnya, Paskibra bukan sekadar bertugas mengibarkan bendera, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda.
“Menjadi Paskibra bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta semangat cinta tanah air,” ujarnya.
Kepala MA As’adiyah Galung Beru, Jusman Imam, menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur dan bangga. Ia menilai keberhasilan ketiga santri merupakan bukti bahwa pendidikan pesantren mampu membentuk generasi yang tidak hanya kuat dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam kehidupan kebangsaan.
“Ini bukan sekadar prestasi individu, tetapi juga kebanggaan bagi madrasah dan pesantren. Santri harus mampu mengambil peran di berbagai bidang, termasuk dalam pengabdian kepada bangsa,” katanya.
Jusman berpesan agar ketiga santri menjalani seluruh proses latihan dengan disiplin dan tetap menjaga akhlak serta nama baik lembaga. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibra merupakan pendidikan karakter yang mengajarkan tanggung jawab, kerja sama, keberanian, ketahanan mental, dan kepemimpinan.
“Jalani latihan dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, dan tetap jaga akhlak. Kalian membawa nama MA dan Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru,” pesannya.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ruang pengembangan prestasi santri semakin terbuka luas. Dari lingkungan pesantren, mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai ilmu agama dan pendidikan formal, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan potensi dalam organisasi, kepemimpinan, olahraga, kepramukaan, hingga kegiatan kebangsaan. Keterlibatan dalam Paskibra menjadi pengalaman penting bagi para santri untuk belajar disiplin sekaligus menghayati makna pengabdian kepada negara.




