
Media Asgar Center – Pencegahan narkoba dan pembentukan karakter generasi muda membutuhkan kolaborasi antara kepolisian, lembaga pendidikan, dan keluarga. Hal itu menjadi salah satu pesan Bhabinkamtibmas Desa Gattareng, Aipda A. Gunawan, saat bertindak sebagai pembina upacara terpadu di Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Kabupaten Bulukumba, Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri kepala madrasah lingkup pesantren, tenaga pendidik, dan para pembina.
Dalam amanatnya, Aipda A. Gunawan menegaskan bahwa upacara bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga sarana melatih kedisiplinan dan menumbuhkan semangat cinta tanah air.
Ia mengingatkan para santri agar membiasakan hidup disiplin dan bertanggung jawab sejak dini sebagai bekal menjadi pemimpin pada masa mendatang.
“Santri harus membiasakan diri hidup disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat untuk terus berprestasi. Kalian adalah calon pemimpin masa depan,” pesannya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Desa Gattareng sejauh ini aman dan terkendali.
Aipda A. Gunawan juga menyoroti bahaya peredaran narkoba yang membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga memerlukan peran aktif lembaga pendidikan dan keluarga.
“Beberapa waktu lalu, Polri menangkap kurang lebih 100 orang yang terindikasi sebagai pengguna dan pengedar narkoba. Mari kita bersama-sama memberantas fenomena ini agar tidak menjangkiti generasi muda,” jelasnya.
Untuk memperkuat langkah pencegahan dan pembinaan, ia meminta pihak pesantren melakukan pendataan terhadap santri yang tidak tinggal di asrama atau berstatus nonmukim. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar kolaborasi dalam melakukan pendampingan dan pengawasan.
“Hal itu kita lakukan agar ada pembinaan bersama. Kita perlu berkolaborasi untuk memastikan hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi pada siswa kita,” ujarnya.
Aipda A. Gunawan berharap sinergi antara kepolisian, pihak pesantren, orang tua, dan para pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat untuk mendidik generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, bertanggung jawab, serta menjauhi narkoba. (Imam)




