Ketua Yayasan Paparkan Sejarah Berdirinya As'adiyah Galung Beru

Media Asgar Center – Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, KM. Rusli Rahman, S.Fil.I., M.Pd membawakan materi Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru kepada para santri baru dalam rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Santri Baru (MATAMUDA). Materi ini diberikan sebagai upaya memperkenalkan jati diri, nilai perjuangan, serta sejarah lahirnya pesantren kepada generasi penerus, Sabtu (11/7/2026).

Dalam penyampaiannya, Ketua Yayasan mengajak para santri menelusuri jejak sejarah berdirinya Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru. Mulai dari cita-cita mulia para pendiri, perjuangan tanpa lelah para perintis, keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat, dukungan para donatur, hingga semangat gotong royong masyarakat Galung Beru yang menjadi fondasi lahirnya pesantren. Dari perjuangan yang penuh keikhlasan itulah, As’adiyah Galung Beru terus bertumbuh menjadi lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia, tetapi juga melahirkan kader-kader umat yang siap melanjutkan estafet perjuangan para ulama di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap santri perlu mengetahui sejarah pesantrennya agar tumbuh rasa memiliki, menghargai perjuangan para pendahulu, serta termotivasi untuk melanjutkan cita-cita besar pesantren. Menurutnya, sejarah bukan sekadar rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi sumber inspirasi yang menanamkan nilai keikhlasan, istiqamah, dan semangat berkhidmat kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

“Saya ingin setiap santri memahami bahwa mereka bukan hanya datang untuk belajar, tetapi juga menjadi bagian dari mata rantai perjuangan pesantren. Mengenal sejarah berarti menghargai perjuangan para pendiri dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan estafet dakwah mereka,” ungkap Kiai Rusli.

Kiai Rusli juga menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak awal berdirinya Pesantren As’adiyah Galung Beru. Menurutnya, keberadaan pesantren hingga terus berkembang seperti saat ini tidak lepas dari keikhlasan para simpatisan, donatur, tokoh masyarakat, pemerintah, para asatiz, serta seluruh elemen yang mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, dan harta demi kemajuan lembaga pendidikan Islam tersebut.

Menutup penyampaiannya, Kiai Rusli memanjatkan doa agar segala amal jariah para pendiri, simpatisan, donatur, dan seluruh pihak yang terlibat dalam merintis serta membesarkan Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru senantiasa diterima oleh Allah SWT. Ia berharap semangat kebersamaan dan keikhlasan itu terus diwarisi oleh para santri sebagai bekal untuk melanjutkan perjuangan pesantren dalam mencetak generasi Qurani, berakhlakul karimah, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.